Showing posts with label space tourism. Show all posts
Showing posts with label space tourism. Show all posts

Tuesday, July 5, 2016

Terraforming Mars


SPACE TOURISM INDONESIA -- Mengubah Mars menjadi layak untuk dihuni



Thursday, September 3, 2015

Monday, May 16, 2011

SMK Penerbangan Antariksa Madiun Mendidik Calon Astronot

Wahana antariksa merupakan sebuah kendaraan yang mengudara melalui angkasa. Yang disebut wahana antariksa termasuk probe angkasa robot atau tak berawak dan juga kendaraan berawak. Istilah ini kadangkala juga digunakan untuk menjelaskan satelit buatan, yang memiliki kriteria rancangan yang mirip.

Pendidikan, Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih rendahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja.

Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, entrepreneur baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.

Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.

Program program SMK bisa harus benar benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar kerja, lebih lebih kalau juga bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga PRT seperti TKI selama ini.

Alamat SMK Penerbangan Antariksa Madiun: Jl. Mayjen Panjahitan No 12, Banjarejo, 1993, 63137, (0351)599178

Sunday, February 20, 2011

Indonesia bangun fasilitas antariksa seharga Rp 40 Triliun di Enggano

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menetapkan tiga titik lokasi paling cocok untuk peluncuran roket yaitu daerah Tanjung Komang, Kiyoyo dan Tanjung Laboho, Bengkulu.

Penetapan lokasi itu atas persetujuan bersama Balai Penelitian Pengembangan, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Dishubkominfo dan BKSDA Bengkulu, kata Kepala Balitbang Provinsi Bengkulu Winarkus, di Bengkulu, Jumat (18/2).

Daerah tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman penduduk dan dekat dari permukaan laut.

"Lokasi disepakati berada pada ketinggian 20 meter dari permukaan air laut, sehingga lebih aman dan efektif bagi peluncuran," katanya.

Lokasi tersebut semuanya berada jauh dari pemukiman warga, tepatnya di daerah Selatan pulau Sebatik atau berada di selatan Pulau Enggano. Pemukiman penduduk berada di utara Pulau Enggano.

Namun, jalan menuju lokasi peluncuran roket itu belum didukung infrastruktur jalan dan listrik, meskipun lahan yang dibutuhkan cukup satu hektare ditambah lahan penyangga sebagai daerah pengaman sekitar 200 hektare.

Lahan di Tanjung Laboho termasuk kawasan taman buru yang dilindungi sehingga Balai Konservasi Sumber daya alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu perlu menerbitkan rekomendasi.

Di dalam rekomendasi tersebut disebutkan bahwa jalur di dalam taman buru harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari Menteri kehutanan dan DPR.

"Semua perizinanannya kita serahkan kepada mereka, LAPAN juga berada di pusat," kata Winarkus.

Sebelumnya Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu Ir.HM.Nashsya mengatakan, lokasi itu tidak saja untuk satelit tapi juga untuk pengamanan wilayah Barat Pulau Sumatera.

Winarkus mengatakan bahwa perakitan dan peluncuran roket akan dilakukan di Pulau Enggano. Selama ini perakitan dilakukan di Serpong Banten dan diluncurkan di Garut.

"Kami bersyukur Pulau Enggano terpilih menjadi lokasi peluncuran roket karena banyak juga daerah lain yang menawarkan misalnya daerah Biak," katanya.

Satelit yang bakal diluncurkan di Pulau Enggano itu beratnya sekitar 3,8 ton dengan target ke orbit polar, namun belum diketahui ketinggian daya jelajahnya.

Biaya pembangunan tempat peluncuran roket sudah disiapkan oleh LAPAN dan memerlukan dana sekitar Rp40 triliun dan saat ini baru tahap survei awal.

"Hasil survei awal akan kita informasikan kepada mereka, nanti mereka akan melakukan pengkajian lebih mendetil, termasuk sosialiasi dengan masyarakat daerah itu," ujarnya.

Kepala Tata Usaha BKSDA Provinsi Bengkulu Supartono mengatakan, tim dari instasninya akan turun ke lokasi Enggano untuk mengecek lokasi yang disepakati sebagai lahan peluncuran roket LAPAN.

Monday, January 31, 2011

Iran to send astronaut to space by 2021

President Mahmoud Ahmadinejad on Sunday inaugurated the largest laboratory center for testing space structures and systems. The center is considered the largest of its kind in the Middle East.

The laboratory was inaugurated ahead of the Ten-Day Dawn celebrations (February 1-10) which marks the anniversary of the victory of the Islamic Revolution in 1979.







Speaking at the inauguration ceremony, Ahmadinejad said the country's achievements in space technology have modified the world's view of Iranian scientists' capabilities.

The world is "impressed" by Iran's space achievements, he stated.

Sunday, January 30, 2011

Iran inaugurates space test laboratories

Iran has launched a number of laboratories for testing “space structures and systems” in line with its progressing space program, the Iranian Defense Ministry says.

The labs have been inaugurated by Iranian President Mahmoud Ahmadinejad ahead of the Ten Days of Dawn (February 1-10) celebrations marking the victory of the 1979 Islamic Revolution.

Planning and setting up the laboratories is in continuation of firm steps taken by Iranian experts in putting domestically-built satellites into orbit, said Iran's Defense Minister Brigadier General Ahmad Vahidi during the inauguration ceremony of the labratories, IRIB reported.

Vahidi said the Defense Ministry constructed ten labs to “reinforce infrastructures of Iran's space industry” and help improve the abilities of human resources. He also noted that Iran is expected to unveil other space projects in the near future.

Iran launched its first domestically-produced satellite, Omid, into space in 2009.

Omid (meaning 'Hope' in Persian) was put into orbit by the Iranian-produced satellite carrier Safir 2 which is an upgraded model of carrier Safir 1 which was launched in 2007.

Equipped with two frequency bands and eight antennas, Omid transmitted information to and from earth while orbiting the planet 15 times per day.

The lightweight telecommunications satellite was equipped with remote sensing, satellite telemetry and geographic information system technology as well as remote and ground station data processing.

Omid is a research satellite that has been designed for gathering information and testing equipment. After orbiting the earth, Omid returned to earth with data that helped Iranian experts to send an operational satellite into space.

The Islamic Republic also unveiled its first major space center in 2008 with launching the first Iranian rocket, Explorer-1, into space.

Iran is one of the 24 founding members of the United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space, which was set up in 1959. To date, only eight countries have put domestically-made satellites into orbit.

Antariksa

Lokal

Astronomi