Showing posts with label space tourism. Show all posts
Showing posts with label space tourism. Show all posts
Tuesday, July 5, 2016
Thursday, September 3, 2015
The first Dane launched in to space
SPACE TOURISM INDONESIA -- The first Dane in space accompanied by 26 custom-made figurines from Danish toymaker Lego blasted off from Kazakhstan on Wednesday as part of a three-man team on an unusually long two-day mission to the International Space Station.
More
More
Monday, May 16, 2011
SMK Penerbangan Antariksa Madiun Mendidik Calon Astronot
Wahana antariksa merupakan sebuah kendaraan yang mengudara melalui angkasa. Yang disebut wahana antariksa termasuk probe angkasa robot atau tak berawak dan juga kendaraan berawak. Istilah ini kadangkala juga digunakan untuk menjelaskan satelit buatan, yang memiliki kriteria rancangan yang mirip.
Pendidikan, Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih rendahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja.
Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, entrepreneur baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.
Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.
Program program SMK bisa harus benar benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar kerja, lebih lebih kalau juga bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga PRT seperti TKI selama ini.
Alamat SMK Penerbangan Antariksa Madiun: Jl. Mayjen Panjahitan No 12, Banjarejo, 1993, 63137, (0351)599178
Pendidikan, Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih rendahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja.
Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, entrepreneur baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.
Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.
Program program SMK bisa harus benar benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar kerja, lebih lebih kalau juga bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga PRT seperti TKI selama ini.
Alamat SMK Penerbangan Antariksa Madiun: Jl. Mayjen Panjahitan No 12, Banjarejo, 1993, 63137, (0351)599178
Sunday, February 20, 2011
Indonesia bangun fasilitas antariksa seharga Rp 40 Triliun di Enggano
Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menetapkan tiga titik lokasi paling cocok untuk peluncuran roket yaitu daerah Tanjung Komang, Kiyoyo dan Tanjung Laboho, Bengkulu.
Penetapan lokasi itu atas persetujuan bersama Balai Penelitian Pengembangan, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Dishubkominfo dan BKSDA Bengkulu, kata Kepala Balitbang Provinsi Bengkulu Winarkus, di Bengkulu, Jumat (18/2).
Daerah tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman penduduk dan dekat dari permukaan laut.
"Lokasi disepakati berada pada ketinggian 20 meter dari permukaan air laut, sehingga lebih aman dan efektif bagi peluncuran," katanya.
Lokasi tersebut semuanya berada jauh dari pemukiman warga, tepatnya di daerah Selatan pulau Sebatik atau berada di selatan Pulau Enggano. Pemukiman penduduk berada di utara Pulau Enggano.
Namun, jalan menuju lokasi peluncuran roket itu belum didukung infrastruktur jalan dan listrik, meskipun lahan yang dibutuhkan cukup satu hektare ditambah lahan penyangga sebagai daerah pengaman sekitar 200 hektare.
Lahan di Tanjung Laboho termasuk kawasan taman buru yang dilindungi sehingga Balai Konservasi Sumber daya alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu perlu menerbitkan rekomendasi.
Di dalam rekomendasi tersebut disebutkan bahwa jalur di dalam taman buru harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari Menteri kehutanan dan DPR.
"Semua perizinanannya kita serahkan kepada mereka, LAPAN juga berada di pusat," kata Winarkus.
Sebelumnya Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu Ir.HM.Nashsya mengatakan, lokasi itu tidak saja untuk satelit tapi juga untuk pengamanan wilayah Barat Pulau Sumatera.
Winarkus mengatakan bahwa perakitan dan peluncuran roket akan dilakukan di Pulau Enggano. Selama ini perakitan dilakukan di Serpong Banten dan diluncurkan di Garut.
"Kami bersyukur Pulau Enggano terpilih menjadi lokasi peluncuran roket karena banyak juga daerah lain yang menawarkan misalnya daerah Biak," katanya.
Satelit yang bakal diluncurkan di Pulau Enggano itu beratnya sekitar 3,8 ton dengan target ke orbit polar, namun belum diketahui ketinggian daya jelajahnya.
Biaya pembangunan tempat peluncuran roket sudah disiapkan oleh LAPAN dan memerlukan dana sekitar Rp40 triliun dan saat ini baru tahap survei awal.
"Hasil survei awal akan kita informasikan kepada mereka, nanti mereka akan melakukan pengkajian lebih mendetil, termasuk sosialiasi dengan masyarakat daerah itu," ujarnya.
Kepala Tata Usaha BKSDA Provinsi Bengkulu Supartono mengatakan, tim dari instasninya akan turun ke lokasi Enggano untuk mengecek lokasi yang disepakati sebagai lahan peluncuran roket LAPAN.
Penetapan lokasi itu atas persetujuan bersama Balai Penelitian Pengembangan, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Dishubkominfo dan BKSDA Bengkulu, kata Kepala Balitbang Provinsi Bengkulu Winarkus, di Bengkulu, Jumat (18/2).
Daerah tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman penduduk dan dekat dari permukaan laut.
"Lokasi disepakati berada pada ketinggian 20 meter dari permukaan air laut, sehingga lebih aman dan efektif bagi peluncuran," katanya.
Lokasi tersebut semuanya berada jauh dari pemukiman warga, tepatnya di daerah Selatan pulau Sebatik atau berada di selatan Pulau Enggano. Pemukiman penduduk berada di utara Pulau Enggano.
Namun, jalan menuju lokasi peluncuran roket itu belum didukung infrastruktur jalan dan listrik, meskipun lahan yang dibutuhkan cukup satu hektare ditambah lahan penyangga sebagai daerah pengaman sekitar 200 hektare.
Lahan di Tanjung Laboho termasuk kawasan taman buru yang dilindungi sehingga Balai Konservasi Sumber daya alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu perlu menerbitkan rekomendasi.
Di dalam rekomendasi tersebut disebutkan bahwa jalur di dalam taman buru harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari Menteri kehutanan dan DPR.
"Semua perizinanannya kita serahkan kepada mereka, LAPAN juga berada di pusat," kata Winarkus.
Sebelumnya Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu Ir.HM.Nashsya mengatakan, lokasi itu tidak saja untuk satelit tapi juga untuk pengamanan wilayah Barat Pulau Sumatera.
Winarkus mengatakan bahwa perakitan dan peluncuran roket akan dilakukan di Pulau Enggano. Selama ini perakitan dilakukan di Serpong Banten dan diluncurkan di Garut.
"Kami bersyukur Pulau Enggano terpilih menjadi lokasi peluncuran roket karena banyak juga daerah lain yang menawarkan misalnya daerah Biak," katanya.
Satelit yang bakal diluncurkan di Pulau Enggano itu beratnya sekitar 3,8 ton dengan target ke orbit polar, namun belum diketahui ketinggian daya jelajahnya.
Biaya pembangunan tempat peluncuran roket sudah disiapkan oleh LAPAN dan memerlukan dana sekitar Rp40 triliun dan saat ini baru tahap survei awal.
"Hasil survei awal akan kita informasikan kepada mereka, nanti mereka akan melakukan pengkajian lebih mendetil, termasuk sosialiasi dengan masyarakat daerah itu," ujarnya.
Kepala Tata Usaha BKSDA Provinsi Bengkulu Supartono mengatakan, tim dari instasninya akan turun ke lokasi Enggano untuk mengecek lokasi yang disepakati sebagai lahan peluncuran roket LAPAN.
Monday, January 31, 2011
Iran to send astronaut to space by 2021
President Mahmoud Ahmadinejad on Sunday inaugurated the largest laboratory center for testing space structures and systems. The center is considered the largest of its kind in the Middle East.
The laboratory was inaugurated ahead of the Ten-Day Dawn celebrations (February 1-10) which marks the anniversary of the victory of the Islamic Revolution in 1979.






Speaking at the inauguration ceremony, Ahmadinejad said the country's achievements in space technology have modified the world's view of Iranian scientists' capabilities.
The world is "impressed" by Iran's space achievements, he stated.
The laboratory was inaugurated ahead of the Ten-Day Dawn celebrations (February 1-10) which marks the anniversary of the victory of the Islamic Revolution in 1979.
Speaking at the inauguration ceremony, Ahmadinejad said the country's achievements in space technology have modified the world's view of Iranian scientists' capabilities.
The world is "impressed" by Iran's space achievements, he stated.
Sunday, January 30, 2011
Iran inaugurates space test laboratories
Iran has launched a number of laboratories for testing “space structures and systems” in line with its progressing space program, the Iranian Defense Ministry says.
The labs have been inaugurated by Iranian President Mahmoud Ahmadinejad ahead of the Ten Days of Dawn (February 1-10) celebrations marking the victory of the 1979 Islamic Revolution.
Planning and setting up the laboratories is in continuation of firm steps taken by Iranian experts in putting domestically-built satellites into orbit, said Iran's Defense Minister Brigadier General Ahmad Vahidi during the inauguration ceremony of the labratories, IRIB reported.
Vahidi said the Defense Ministry constructed ten labs to “reinforce infrastructures of Iran's space industry” and help improve the abilities of human resources. He also noted that Iran is expected to unveil other space projects in the near future.
Iran launched its first domestically-produced satellite, Omid, into space in 2009.
Omid (meaning 'Hope' in Persian) was put into orbit by the Iranian-produced satellite carrier Safir 2 which is an upgraded model of carrier Safir 1 which was launched in 2007.
Equipped with two frequency bands and eight antennas, Omid transmitted information to and from earth while orbiting the planet 15 times per day.
The lightweight telecommunications satellite was equipped with remote sensing, satellite telemetry and geographic information system technology as well as remote and ground station data processing.
Omid is a research satellite that has been designed for gathering information and testing equipment. After orbiting the earth, Omid returned to earth with data that helped Iranian experts to send an operational satellite into space.
The Islamic Republic also unveiled its first major space center in 2008 with launching the first Iranian rocket, Explorer-1, into space.
Iran is one of the 24 founding members of the United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space, which was set up in 1959. To date, only eight countries have put domestically-made satellites into orbit.
The labs have been inaugurated by Iranian President Mahmoud Ahmadinejad ahead of the Ten Days of Dawn (February 1-10) celebrations marking the victory of the 1979 Islamic Revolution.
Planning and setting up the laboratories is in continuation of firm steps taken by Iranian experts in putting domestically-built satellites into orbit, said Iran's Defense Minister Brigadier General Ahmad Vahidi during the inauguration ceremony of the labratories, IRIB reported.
Vahidi said the Defense Ministry constructed ten labs to “reinforce infrastructures of Iran's space industry” and help improve the abilities of human resources. He also noted that Iran is expected to unveil other space projects in the near future.
Iran launched its first domestically-produced satellite, Omid, into space in 2009.
Omid (meaning 'Hope' in Persian) was put into orbit by the Iranian-produced satellite carrier Safir 2 which is an upgraded model of carrier Safir 1 which was launched in 2007.
Equipped with two frequency bands and eight antennas, Omid transmitted information to and from earth while orbiting the planet 15 times per day.
The lightweight telecommunications satellite was equipped with remote sensing, satellite telemetry and geographic information system technology as well as remote and ground station data processing.
Omid is a research satellite that has been designed for gathering information and testing equipment. After orbiting the earth, Omid returned to earth with data that helped Iranian experts to send an operational satellite into space.
The Islamic Republic also unveiled its first major space center in 2008 with launching the first Iranian rocket, Explorer-1, into space.
Iran is one of the 24 founding members of the United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space, which was set up in 1959. To date, only eight countries have put domestically-made satellites into orbit.
Tuesday, January 18, 2011
4 tahun, Satelit Pertama RI Masih Mengorbit
Untuk diketahui, satelit ini diluncurkan pada 10 Januari 2007 dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di India.
Ini di jauh di luar perkiraan. Sebab, dalam rancangan awal, satelit ini diperkirakan hanya akan berusia tidak lebih dari dua tahun. Keberhasilan ini merupakan suatu pembuktian bahwa engineer (perekayasa) Indonesia mampu membuat satelit yang andal.
Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Soewarto Hardhienata, satelit Lapan-Tubsat masih berfungsi dengan baik dan masih terus memberikan gambar dari ruang angkasa.
”Bahkan, jika tidak ada anomali, Lapan-Tubsat masih akan terus beroperasi hingga beberapa tahun lagi,” kata dia dalam rilis yang diterima VIVAnews, Selasa 18 Januari 2011.
Kata dia, ini adalah hal yang luar baisa bagi sebuah satelit mikro. "Karena banyak satelit semacam ini hanya berusia dua tahun."
Dijelaskan dia, Lapan-Tubsat merupakan satelit mikro atau satelit berukuran kecil dengan bobot 57 kg. Satelit ini berorbit polar atau mengelilingi bumi dengan melewati kutub.
Satelit tersebut melewati wilayah Indonesia sebanyak dua kali per hari. Selama empat tahun, Lapan-Tubsat telah menghasilkan berbagai video pemantauan bencana misalnya gunung meletus, pemantauan kebakaran hutan, dan pemantauan perkembangan jembatan Suramadu.
Bahkan, menurut Kepala Bidang Teknologi Ruas Bumi Dirgantara Lapan, Chusnul Tri Judianto, Lapan dapat mengambil gambar letusan Gunung Merapi pada 2010. Saat itu, satelit-satelit penginderaan jauh milik negara-negara maju, tidak dapat mengambil gambar gunung itu karena seluruh wilayah udara di Merapi tertutup awan akibat erupsi.
”Inilah kelebihan Lapan-Tubsat. Satelit ini dapat digerakkan, sehingga mampu ’melirik’ dari sisi samping wilayah yang ingin dilihat. Pada satu hari itu, hanya Lapan-Tubsat yang berhasil melihat Merapi dari 650 kilometer di atas permukaan bumi,” ujar Chusnul.
Ke depan, Lapan akan terus melakukan pengembangan satelit. Dijelaskan Soewarto, kini Lapan sedang membangun dua satelit yaitu Lapan-A2 dan Lapan-Orari.
Kedua satelit yang disebut Twin- Sat atau Satelit Kembar berorbit ekuatorial, sehingga akan melewati Indonesia lebih banyak dari Lapan-Tubsat, yaitu 14 kali per hari. Kedua satelit akan mengemban misi untuk mitigasi bencana.
Rencananya Twin Sat akan diluncurkan pada 2011 ini dengan menggunakan roket India. Lapan-A2 akan membawa muatan AIS (Automatic Identification System) untuk mengindentifikasi kapal laut di perairan Indonesia dan kamera video dengan cakupan tiga kali lebih lebar dari Lapan-Tubsat.
Sementara, Lapan-Orari akan membawa muatan voice repeater dan APRS Repeater untuk komunikasi anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) saat bencana. Satelit ini juga akan membawa ADI star (Attitute Determination Instrument). Instrumen ini akan mengeluarkan cahaya seperti bintang yang terlihat dari bumi dengan mata telanjang.
Monday, January 3, 2011
China Builds Theme Park In Spaceport
China is building a science theme park in the middle of its newest spaceport to promote space science among the country's younger generation.
The theme park, covering an area of 1,800 mu (120 hectares) in Wenchang City, southern Hainan Province, is located at the Wenchang Satellite Launch Center.
The project is estimated to cost 3 billion yuan (455 million U.S. dollars) and is expected to be finished in 2013, the theme park's designers said.
Wenchang Satellite Launch Center, whose construction began in 2007, is planned as the launch pad for China's lunar probe rocket in 2013.
At the same time, the theme park will have four exhibition sections, featuring the earth, moon, Mars and the sun. Visitors can even enter parts of the launch station and watch the actual rocket launch, theme park construction officials said.
The theme park is being built by China Aerospace International Holdings Limited, a Hong Kong listed arm of the state-owned China Aerospace Science and Technology Corporation.
There are currently three space launch sites in China, the Jiuquan Satellite Launch Center, the Taiyuan Satellite Launch Center and the Xichang Satellite Launch Center.
The theme park, covering an area of 1,800 mu (120 hectares) in Wenchang City, southern Hainan Province, is located at the Wenchang Satellite Launch Center.
The project is estimated to cost 3 billion yuan (455 million U.S. dollars) and is expected to be finished in 2013, the theme park's designers said.
Wenchang Satellite Launch Center, whose construction began in 2007, is planned as the launch pad for China's lunar probe rocket in 2013.
At the same time, the theme park will have four exhibition sections, featuring the earth, moon, Mars and the sun. Visitors can even enter parts of the launch station and watch the actual rocket launch, theme park construction officials said.
The theme park is being built by China Aerospace International Holdings Limited, a Hong Kong listed arm of the state-owned China Aerospace Science and Technology Corporation.
There are currently three space launch sites in China, the Jiuquan Satellite Launch Center, the Taiyuan Satellite Launch Center and the Xichang Satellite Launch Center.
Thursday, March 4, 2010
Kerjasama antara PT DI dan Lapan bisa hasilkan pesawat wisata antariksa
Gabungan keduanya antara PT DI dan Lapan akan menghasilkan sinergi dalam pembuatan pesawat wisata antariksa seperti yang dikehendaki "Virgin Galactic" dan beberapa konsorsium antariksa Malaysia.
Dengan mengikuti sistem marketing "Virgin" PT Di dan Lapan bisa saja mengeluarkan blue print pesawat tersebut yang dapat mengorbit di orbit rendah sehingga memacu peminat dan wisatawan untuk berbondong-bondong mendukung usaha ini dengan pemberian fee pemula yang kemudian dijadikan dana awal pembentukan dan pembangunannya.
Wednesday, November 11, 2009
Suborbital Tourism Market Demand Projection Remains High
With the first commercial suborbital flights not expected until late 2008, demand projections were revised to slightly downward through 2021 to 13,000 from 15,000 with the associated commercial revenue revised to $676-million, down from $785-million.
Wednesday, November 4, 2009
Menginap Tiga Malam di Hotel Luar Angkasa Rp 42,2 Miliar
Harian Daily Mail mengungkapkan bahwa selama tinggal di hotel, para tamu dijanjikan bisa melihat matahari terbit 15 kali sehari dan keliling dunia setiap 80 menit. Mereka akan mengenakan pakaian velcro sehingga bisa merangkak di dinding hotel mereka dengan menempelkan badan ke dinding seperti manusia laba-laba Spiderman.
CEO Galactic Suite Ltd dan mantan teknisi angkasa luar, Xavier Claramunt, mengatakan proyek ini akan menjadikan perusahaannya berada di barisan paling depan dalam industri amatir dengan masa depan cerah. Dia juga memprediksi bahwa wisata ke angkasa luar akan menjadi salah satu bentuk lain perjalanan wisata populer.
“Sangat normal membayangkan anak-anak kalian, kemungkinan dalam waktu 15 tahun, bisa melewatkan akhir pekan di angkasa luar,” kata Claramun. Perusahaan Galactic Suite Ltd yang dibangun pada 2007 ini berharap untuk memulai pengoperasian hotel yang menyerupai kapsul (pod) pada orbit 280 mil di atas Bumi, bergerak dengan kecepatan lebih dari 18.000 mil per jam dengan kapasitas untuk empat tamu dan dua pilot astronot.
Perlu satu setengah hari untuk sampai ke pod tanpa staf hotel yang akan menyambut mereka. “Saat penumpang tiba di roket, mereka akan berada di sana selama tiga hari di roket dan kapsul. Kami menciptakan keyakinan pada turis bahwa mereka tidak ditinggalkan. Setelah tiga hari, turis akan kembali ke roket pengantar dan kembali ke Bumi,” terannya.
Galactic Suite bukan satu-satunya perusahaan yang tertarik pada industri pariwisata angkasa luar. Spaceport America yang berbasis di New Mexico adalah fasilitas pertama yang dibangun secara spesifik untuk pelanggan komersial angkasa luar dan penumpang yang tidak perlu membayar. Perusahaan Virgin Galactic milik taipan Inggris, Richard Branson akan menggunakan fasilitas tersebut untuk membawa turis jalan-jalan ke angkasa luar dengan biaya 120.000 satu kali naik. Sekitar 300 orang sudah mendaftar untuk ikut dalam wisata jalan-jalan angkasa luar tersebut.
Thursday, October 22, 2009
NASA Selects 18 University Proposals For Steckler Space Grants
Grant money will support university research and technology development activities that support a sustained human presence in space, increase understanding of the moon's environment and develop basic infrastructure for future space colonies.
"I'm excited that many of the awards will provide a dual benefit to exploration and to Earth conservation by focusing on important issues such as water recycling, food production and power storage," said Frank Prochaska, manager of the Steckler Space Grant Project at NASA's Johnson Space Center in Houston.
Wednesday, October 21, 2009
Australian Woomera may get Virgin spaceport
The company has confirmed that its next spaceport will be in Australia and has invited its Australian airline pilots to train as astronaut-pilots.
Virgin would be the second company operating tourist space flights from the Outback town.
U.S. firm Rocketplane Kistler, which is undertaking a $100 million upgrade of the Woomera site, says space tourism could be operating from Woomera as early as 2008.
"Woomera is certainly on our agenda," said Kistler Woomera chairman Alan Evans.
He said Woomera was a suitable site for a tourism spaceport, adding: "It has the infrastructure. And we have plans to see if there is a market for such flights in Australia."
Rocketplane Kistler recently secured a $272 million NASA contract to launch rockets from Woomera, carrying cargo to the International Space Station. It has scheduled the first launch of its K-1 cargo rocket from Woomera in late 2008.
Rocketplane Kistler plans to launch its first space tourism flights from a spaceport in Oklahoma early in 2008. At a cost of $200,000 per person, the first flight is booked out.
Virgin Galactic president Will Whitehorn, on the company website, says: "(Australia) will be our second location. With plenty of open space and proximity to the Asian market."
While Virgin has not disclosed an Australian spaceport site, Woomera is the only operational rocket range in the country.
Virgin plans to have 30 astronaut-pilots trained for the launch of Virgin Galactic's space program in 2008.
Half the astronauts will be recruited from NASA and the others from the Virgin airline group. They will train in the U.S. before becoming the first qualified pilot-astronauts operating out of Australia.
Virgin Galactic spacecraft test flights are scheduled to begin early in 2008 in California's Mojave Desert and the first space tourist flights launched in 2009 from a spaceport being built in New Mexico.
Virgin Galactic reported a strong demand for space travel, saying it has already taken advance bookings worth $24 million.
The passenger list includes actor William Shatner, who soared to fame as Captain James T. Kirk in Star Trek , and Branson himself.
Wednesday, October 7, 2009
Indonesia Harus Buka Sekolah Tinggi Ilmu Astronaut (STIAs)
Saatnya Indonesia membuka pusat pendidikan yang berbasis keastronotan. Banyak negara sekarang ini yang terpaksa gigit jari karena tidak menguasai seluk beluk system keastronotan. walau negara tersebut secara fakta telah bisa memproduksi roket ruang angkasa peluncur satelit.India bahkan bersedia membayar 30 an juta dollar ke Rusia agar bisa menerbangkan astronot mereka sebagai langkah awal untuk meluncurkan misi berawak ke angkasa luar.
Nah... ini celah yang bisa ditangkap Indonesia. Mengapa Indonesia???? karena Indonesia mempunyai dua ahli ruang angkasa yang dulu pernah bakal berangkat ke ruang angkasa dari AS tapi tidak jadi. Dr Pratiwi dan Taufik Akbar bisa menjadi guru besar yang bisa menelorkan astronot-astronot Indonesia atau paling tidak membuat Indonesia menjadi salah satu pusat pendidikan astronot. Pengalaman mereka saat belajar di AS seharusnya tidak hilang begitu saja.
Khabarnya Indonesia mempunyai dua cadangan lagi yang berasal dari TNI, yang semuanya bisa menjadi instruktur yang hebat dalam Sekolah Tinggi Ilmu Astronaut yang bakal dibuka.
Suatu saat, ketika LAPAN sudah matang dalam memproduksi roket dengan kekuatan yang lebih besar, Indonesia telah bisa dan siap sedia dengan awak roket angkasa luar yang bisa membuat sejarah Indonesia semakin cemerlang.
Di lain pihak, Indonesia bisa menjadi tujuan wisata bagi mereka yang ingin menikmati turisme ruang angkasa yang bakal diluncurkan oleh roket exclusice kelas executive yang dibuat oleh LAPAN.
Saturday, October 3, 2009
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) FORMASI TAHUN 2009
Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan kesempatan kepada Warga Negara Indonesia Pria dan Wanita yang memiliki keahlian, integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III.
Saturday, September 26, 2009
Bolden Says Commercial Crew a Tough Sell for NASA Old Guard
Space News is now reporting that roughly two-dozen companies had expressed interest in $50 million to a so-called Commercial Crew Development (CCDEV) program in an effort to accelerate development of commercial human space transportation systems.Industry proposals were due Sept. 22, and NASA expects to make one or more awards in November from among those who actually submitted proposals.
More
Saturday, September 19, 2009
Launch of Mars probe set for 2009
Yinghuo-1 will reach the preset circling orbit and send back the first images of the red planet in September 2010, said Chen Changya, a researcher with the Shanghai Institute of Satellite Engineering.
The micro-satellite will lead the country one big step further in its deep space exploration.
The probe's prototype is now being subject to a series of experiments, and next May, its compatibility with the Russian spacecraft will be tested, Chen - who is in charge of the project developing the Mars probe - told a forum on aerospace technology in Shanghai on Sunday.
He said that the probe will travel 350 million km in 11 months before entering planet's orbit.
In comparison, lunar orbiter Chang'e I traveled 380,000 km before circling around the moon. The distance between Mars and Earth is between 56.7 million km and 400 million km, depending on their orbital positions.
The 110-kg Mars probe will circle around the planet for one year, though it has a designed life of two years.
It will conduct scientific exploration tasks, including exploring the Martian space environment, and relay back the first Mars images taken by a Chinese satellite, Chen said.
An official with the Shanghai Aerospace Bureau, surnamed Zhen, confirmed the Mars project but added that the probe's final name has yet to be decided.
The mission is the result of close cooperation with Russia, and represents a "milestone" in the history of space cooperation between the two neighbors, the China National Space Administration (CNSA) said in a statement in March.
Earlier reports said the probe would be launched along with "Phobos Explorer", a Russian spacecraft, atop a Russian rocket.
After entering Mars' orbit, Yinghuo-1 will be detached from the Russian spacecraft, which will land on the Martian moon and return to Earth with soil samples.
In 1964, the United States' fly-by Mariner 4 sent back 21 images of Mars, the first successful exploration of the planet in human history. In 1971, the former Soviet Union's Mars 3 orbiter sent back data for eight months.
NASA's twin robot geologists, the Mars Exploration Rovers, launched on June 10 and July 7, 2003, landed on Mars on January 3 and January 24, to search for and characterize a wide range of rocks and soils that hold clues to past water activity on Mars.
Friday, September 18, 2009
Selene - X-Teams race for the right to rove on the moon
It is designed to skid its way 500 metres across the surface driven by a small rocket.
Selene also wants to set off fireworks on the moon when the rover lands to celebrate the Chinese Year of the Dragon.
More
Monday, September 14, 2009
Lapan Terima Replika Satelit Shenzhou V
Alat peraga ini merupakan sumbangan China Satelite Launch and Tracking Control General. Dengan demikian, Lapan kini memiliki koleksi sebanyak 266 unit alat peraga antariksa.
Saturday, September 12, 2009
How the Google Lunar X Prize Works
It's famous for fostering innovation in computer programming. The Googleplex, Google's corporate headquarters, reflects the company's values by providing employees a technologically advanced workplace designed with collaboration in mind. And now, Google is expanding its presence beyond Earth itself: Google is going to the moon. To understand how and why Google is doing this, let's take a quick look at past explorations.


